Materi Utama Video Course

Pertemuan 6 - Manusia dan Peradaban

1. Hakikat Peradaban dan Masyarakat yang Beradab

            Kata ‘peradaban’ berasal dari kata dasar ‘adab’, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berarti akhlak atau kesopanan dan kehalusan budi pekerti. Dengan demikian, manusia yang beradab, berarti manusia yang memiliki akhlak, kesopanan, dan budi pekerti. Kata ‘peradaban’ sendiri dalam bahasa Inggris disebut sebagai civilization, yang berasal dari kata civis, yang artinya orang-orang yang tinggal disebuah kota. Pengembangan lebih lanjut ada pada kata civitas, yang berarti komunitas di mana orang-orang tinggal, sehingga kata civilization berarti peradaban yang mengandung citification atau the coming to be of cities. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peradaban adalah suatu kebudayaan yang memiliki unsur-unsur kebudayaan dengan tambahan kualitas tertentu, yaitu bersifat halus, indah, dan kompleks.

            Manusia yang beradab berarti manusia yang memiliki akhlak, kesopanan dan budi pekerti. Ukuran manusia yang beradab berpedoman pada kebudayaan dari suatu peradaban suatu masyarakat. Keberadaban manusia bersifat normatif, artinya ada pedoman yang mengikuti norma-norma tertentu yang ada di dalam suatu masyarakat dan kebudayaan tertentu.

 

​​​​​​​2. Evolusi Kebudayaan dan Wujud Peradaban Dalam Kehidupan Sosial Budaya

            Evolusi adalah suatu proses perubahan dan perkembangannya berjalan lambat dari sesuatu yang sederhana menuju ke arah yang lebih kompleks, membutuhkan waktu yang panjang dengan tahapan diferensiasi yang sambung-menyambung. Proses ini dapat berjalan linear, seperti suatu titik ke titik lainnya dalm satu garis saja. Hal yang sama terjadi pada tiap kebudayaan dan komunitas masyarakat yang ada di dunia, yang akan melalui tingkatan-tingkatan evolusi yang sama (Gray, 2024; Kidd, 2024).

            Dalam evolusi kebudayaan, peradaban merupakan tahapan tertinggi dari skala evolusi kebudayaan yang telah berjalan bertahap dan berkesinambungan.  Proses itu dicirikan oleh kualitas dari unsur budaya yang menonjol, yang meliputi tingkat ilmu pengetahuan, seni, teknologi, dan spiritual yang bersangkutan. Dalam hal ini,  Toffler, (2022a, 2022b) menjelaskan bahwa evolusi kebudayaan terjadi dalam tiga gelombang dalam kehidupan umat manusia, yaitu pertama, gelombang yang merupakan tahapan peradaban pertanian; kedua, gelombang yang merupakan tahapan peradaban industri;  dan ketiga, gelombang yang merupakan tahapan peradaban informasi.

 

​​​​​​​3. Manusia Sebagai Makhluk Beradab dan Masyarakat Adab

            Pada hakikatnya manusia memiliki beberapa sifat yang sama dengan makhluk hidup lainnya yang terbiasa hidup kolektif. Manusia memiliki ciri-ciri hidup kolektif yang lebih kompleks seperti memiliki pembagian kerja yang tetap, saling bergantung satu sama lain, bekerja sama, berkomunikasi, dan memiliki sifat yang diskriminatif terhadap individu di luar kelompoknya. Sifat-sifat khas inilah yang beperan membentuk suatu masyarakat dan bentuk-bentuk pengelompokan lebih kecil lainnya, seperti keluarga, kelompok, dan komunitas individu manusia itu sendiri.

            Manusia yang beradab yakni manusia yang mempunyai akhlak, kesopanan, dan budi pekerti. Ketiga elemen ini hadir dan merupakan bagian dari suatu sistem nilai, norma, dan aturan. Dengan kata lain, elemen-elemen ini menjadi bagian suatu kebudayaan yang dipelajari oleh warga pemilik kebudayaan. Jadi, manusia yang beadab hampir sama dan sebangun dengan konsep manusia yang berbudaya.

            Pada sisi lain, masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut sistem adat-istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Elemen yang penting untuk membentuk suatu masyarakat antara lain kumpulan individu-individu manusia, interaksi sosial, sistem norma yang berkelanjutan, dan adanya identitas sosial. Dengan demikian, masyarakat beradab merupakan kumpulan manusia yang mempunyai tiga elemen di atas, dan ketiga elemen tersebut ada dalam sistem norma masyarakat.